Banten

Genting! Bukan Hanya Trump, Penembak Gedung Putih Ternyata Incar Sosok-Sosok 'Ring 1' Ini

Abdurahman | 26 April 2026, 22:36 WIB
Genting! Bukan Hanya Trump, Penembak Gedung Putih Ternyata Incar Sosok-Sosok 'Ring 1' Ini
Presiden AS, Donald Trump, dievakuasi oleh aparat keamanan ketika suara tembakan terdengar pada jamuan makan malam dengan para wartawan Gedung Putih di Hotel Washington Hilton, Sabtu (25/04) malam waktu setempat (foto:Reuters)

AKURAT BANTEN– Publik Amerika Serikat dan dunia internasional dikejutkan dengan temuan terbaru dari pihak kejaksaan terkait insiden penembakan di acara White House Correspondents' Dinner (WHCD).

Ternyata, Donald Trump bukan satu-satunya target utama. Tersangka Cole Tomas Allen diketahui secara spesifik mengincar sosok-sosok di "Ring 1" atau staf inti administrasi Trump.

Dalam pernyataan resminya, Plt. Jaksa Agung AS, Todd Blanche, mengungkapkan bahwa penyelidikan mengarah pada rencana pembunuhan terstruktur yang menargetkan pusat saraf pemerintahan Amerika Serikat.

Baca Juga: Langkah Mengejutkan Iran Tawarkan Skema Damai untuk Akhiri Perang, Sikap Trump untuk Amerika Serikat Disorot

Incaran di Balik "Daftar Hitam" Pelaku

Berdasarkan bukti yang ditemukan di perangkat digital pelaku, Cole Tomas Allen tidak hanya membawa senjata api, tetapi juga memiliki catatan mendalam mengenai pergerakan para pejabat tinggi.

"Tersangka tampaknya sengaja menargetkan anggota administrasi. Kami sedang mendalami detail spesifik mengenai siapa saja sosok yang diincar, namun motif utamanya jelas: melumpuhkan orang-orang di lingkaran dalam pemerintahan," ujar Blanche.

Beberapa nama besar yang berada di lokasi dan masuk dalam zona bahaya tersebut antara lain:

  • JD Vance (Wakil Presiden AS) yang merupakan tangan kanan utama Trump.

  • Mike Johnson (Ketua DPR AS) sebagai pilar legislatif.

  • Robert F. Kennedy Jr. dan Scott Bessent, dua menteri kunci dalam kabinet baru Trump.

Baca Juga: Detik-Detik Terakhir Trump Mendadak Hentikan Negosiasi Damai dengan Iran

Detik-Detik Mencekam di Ballroom Hilton

Suasana mewah di Hotel Hilton Washington DC seketika pecah saat rentetan tembakan terdengar di luar pintu utama ballroom.

Agen Secret Service bereaksi cepat dengan membentuk barikade hidup di sekeliling Trump dan keluarganya, sementara para pejabat "Ring 1" lainnya dievakuasi melalui jalur bawah tanah yang dijaga ketat.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan betapa dinginnya aksi pelaku yang seolah sudah memahami titik-titik lemah pengamanan bagi para staf kepresidenan.

Ini bukan sekadar aksi acak. Ini adalah upaya sistematis untuk menciptakan kekosongan kekuasaan dengan menghabisi orang-orang yang paling dipercaya oleh Presiden. Amerika baru saja melewati malam yang paling berbahaya bagi stabilitas nasionalnya.

— Analis Keamanan Federal

Baca Juga: GUNCANGAN KUAT di WASHINGTON! Rating Trump Anjlok ke 30 Persen, Rakyat AS Mulai 'Muak' dengan Konflik Iran

Siapa Cole Tomas Allen?

Pelaku, seorang pria berusia 31 tahun asal California, diketahui melakukan perjalanan lintas negara bagian dengan kereta api untuk menghindari deteksi bandara.

Allen membawa senapan gentel (shotgun), pistol, dan senjata tajam yang diduga akan digunakan secara brutal di area publik yang padat staf Gedung Putih.

FBI kini tengah membedah "manifesto" setebal 15 halaman yang ditemukan di tas pelaku.

Dokumen tersebut berisi rincian kebencian terhadap kebijakan-kebijakan baru yang dijalankan oleh staf inti Trump, mengonfirmasi bahwa serangan ini memang direncanakan untuk menghantam jantung administrasi.

Baca Juga: Terbongkar! Alasan Rahasia Trump Ogah Tekan Tombol Nuklir Meski Tensi dengan Iran Memanas

Ancaman Penjara Seumur Hidup

Kini, Cole Tomas Allen menghadapi serangkaian dakwaan berat.

Selain percobaan pembunuhan terhadap Presiden, ia juga didakwa atas ancaman terhadap pejabat federal dan pelanggaran keamanan nasional.

Jika terbukti bersalah, ia dipastikan akan menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.

Insiden ini menjadi alarm keras bagi sistem keamanan di Washington D.C., memaksa pengetatan protokol perlindungan tidak hanya bagi Presiden, tetapi bagi seluruh "Ring 1" yang kini menjadi target baru dalam polarisasi politik yang semakin ekstrem. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman